Buku Pantang Larang Melayu Kalimantan Barat

Judul Buku : Pantang Larang Melayu Kalimantan Barat

Penulis       : Ibrahim MS, Yusriadi, Zaenuddin

Penerbit     : STAIN Pontianak Press

Terbit          : 2012

Halaman     : 149 halaman

Pantang Larang Melayu Kalimantan Barat yang ditulis oleh Ibrahim, MS, Yusriadi, dan Zaenudin ini mengundang rasa penasaran saya. Tema yang disajikan merupakan tema lokal yang sekarang sudah mulai ditinggalkan di beberapa tempat, namun masih dipegang teguh di beberapa tempat lainnya, seperti pada masyarakat pra modern.

Saya sendiri penasaran apakah pantang larang yang dibahas, memiliki peran penting terhadap Masyarakat Melayu Kalbar. Lalu bagaimana hubungan pantang larang dengan ilmu komunikasi sebagai salah satu disiplin ilmu, mengingat buku ini merupakan buku hasil penelitian dari para peneliti STAIN-IAIN Pontianak.

Buku tentang kearifan komunikasi pantang larang masyarakat Melayu Kalbar, di Nanga Jajang Kapuas Hulu ini seakan menjadi oase di tengah sulitnya mencari referensi tentang kearifan komunikasi di Kalimantan Barat. Tak banyak buku yang menggambarkan tentang kearifan lokal dan kearifan komunikasi, khususnya pantang larang, sehingga perencanaan kajian di bidang ini seakan dipersulit oleh kurangnya referensi.

Sebagai suatu kajian yang didapat dari hasil penelitian, buku ini menyajikan banyak data dari referensi yang terpercaya dan gambaran umum yang lebih lengkap untuk memperkaya pengetahuan. Kita dapat menemukan gambaran jelas mengenai masyarakat Melayu di Nanga Jajang pada halaman 35-50.

Penulis membagi pantang larang pada masyarakat Melayu di Nanga Jajang dengan beberapa klasifikasi sehingga lebih sistematis, seperti terdapat pada halaman 51-84. Kemudian melanjutkannya dengan kearifan komunikasi dalam pantang larang tersebut.

Buku ini berhasil menepis anggapan kebanyakan orang bahwa pantang larang tidak lebih dari sebuah tradisi budaya yang tidak penting eksistensinya. Pantang larang merupakan suatu khazanah pengetahuan dan bentuk kearifan komunikasi yang luar biasa. Melalui buku ini penulis menawarkan contoh strategi komunikasi yang arif untuk diaplikasikan.

Sebagai bagian dari khazanah budaya, pantang larang dan berbagai budaya orang Melayu penting untuk terus terus dikaji, diteliti, dan didokumentasikan dengan baik untuk memelihara warisan budaya bangsa.

Buku ini sangat cocok untuk dibaca oleh akademisi dan dijadikan sebagai referensi untuk mengkaji Melayu, Kalimantan Barat, maupun kearifan lokalnya. Buku ini juga cocok untuk masyarakat lokal maupun non lokal untuk memperkaya pengetahuan dan sebagai motivasi untuk melestarikan segala bentuk kearifan lokal. (Mita)


Informasi


Akses Katalog Publik Daring - Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat penemuan data katalog