Menelaah Media TVRI Kalbar: UPAYA MENGHARMONISASIKAN ANTAR ETNIK DI KALBAR

Harmonisasi Etnik Dalam (Analisis) Wacana

Judul Buku : Harmonisasi Etnik Dalam (Analisis) Wacana

Penulis       : Amalia Irfani

Penerbit     : IAIN Pontianak Press

Terbit          : 2014

Halaman     : 119 halaman        

KITA ketahui, Kalimantan Barat merupakan provinsi yang sangat rawan konflik antar etnis. Sebab, terdapat berbagai macam suku, budaya serta adat di dalamnya. Inilah terkadang, menimbulkan kesenjangan yang berujung konflik tak dapat terelakkan.

Media adalah sebuah sarana atau tempat mencurahkan inspirasi, dan aspirasi kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Media dapat berdampak negatif, apabila digunakan sebagai sarana mengadu domba atau penyebar hoaks. Akan tetapi, media juga dapat berdampak positif, apabila digunakan sebagai sarana pemersatu dan penyebar kebaikan serta manfaat. Salah satunya adalah televisi.

Dalam buku ini, penulis menggunakan media publik TVRI (Televisi Republik Indonesia) Kalbar yang diteliti dan dianalisis sebagai media massa yang berupaya untuk mengharmonisasikan kelompok etnis yang ada di Kalimantan Barat. Buku ini sangat bermanfaat, terutama bagi pembaca yang masih awam tentang Media dan Etnik, karena pembahasan, dan runtutan atau mekanisme penelitiannya sangat jelas dan mudah dipahami.

Selain itu, buku ini  kaya akan penjelasan makna atau istilah-istilah baru. Penjelasan makna multikulturalisme, pluralisme, dan lainnya terdapat di halaman 7-16 yang mampu menambah ilmu pengetahuan kita.

Dalam buku ini, penulis menggunakan media publik TVRI (Televisi Republik Indonesia) Kalbar yang diteliti dan dianalisis sebagai media massa yang berupaya untuk mengharmonisasikan kelompok etnis yang ada di Kalimantan Barat. Buku ini sangat bermanfaat, terutama bagi pembaca yang masih awam tentang Media dan Etnik, karena pembahasan, dan runtutan atau mekanisme penelitiannya sangat jelas dan mudah dipahami.

Selain itu, buku ini  kaya akan penjelasan makna atau istilah-istilah baru. Penjelasan makna multikulturalisme, pluralisme, dan lainnya terdapat di halaman 7-16 yang mampu menambah ilmu pengetahuan kita.

Bab selanjutnya, pembaca akan mendapat informasi tentang TVRI Kalbar dengan segala data penunjangnya, yang terdapat di halaman 30-47. Informasi ini akan berguna bagi observasi, penelitian serta wawancara yang mendukung penulis dalam melakukan analisis tersebut.

Pada dasarnya, di dalam buku ini, penulis berpatok pada motto TVRI Kalimantan Barat yakni “Satu Dalam Keberagaman” untuk meneliti apakah telah sejalan dengan proses produksinya.

Melalui buku ini, pembaca tidak hanya mendapat pengetahuan saja, tetapi juga dibawa ke dalam alur pemikiran penulis yang melakukan penelitian serta pengambilan kesimpulan atau pendapat di suatu objek kajian penelitian. (Nov)